Header Ads

Ibu ibu penuhi Loby MK agar pelaku LGBT di Pidanakan, karena termasuk pelecehan dan pencabulan

banner ads
Jakarta[manjaniq.com] - Gugatan yang dilayangkan ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh sekelompok akademisi terkait lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) menarik perhatian khalayak umum. Penggugat meminta LGBT dimasukkan ke dalam delik pidana dan bagian dari kejahatan.
Ibu-ibu memenuhi lobi MK melihat sidang LGBT

Sesaat sebelum sidang, puluhan orang simpatisan tampak antusias memadati Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2016). Mereka hendak menyaksikan jalannya sidang. Bahkan beberapa kursi sudah disediakan untuk menonton langsung persidangan melalui televisi di lobi Gedung MK.

Simpatisan datang dari berbagai ormas di beberapa kota yang mengaku resah dengan isu LGBT yang semakin merajalela.

"Saya dari Persis (Persatuan Islam) Kabupaten Bandung. Tadi datang satu rombongan, satu bus penuh," kata anggota Persis, Neuis Marfuah ditemui sebelum sidang.

Sidang akan digelar pukul 11.00 WIB dengan menghadirkan tiga orang saksi ahli diantaranya Ketua KPAI Asrorun Niam Saleh, Dr Hamid dan Atip. Tepat pukul 11.00 WIB rombongan dengan tertib memasuki ruang persidangan.

"LGBT itu kan menyangkut pelecehan, pencabulan. Memang ada HAM di dalamnya tapi harusnya sesuai koridor," ungkap Neuis.

Gugatan itu dilayangkan Guru Besar IPB Bogor Prof Dr Euis Sunarti, Rita Hendrawaty Soebagio SpPsi MSi, Dr Dinar Dewi Kania, Dr Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusumahastuti Ubaya SS MA, Dr Sabriaty Aziz. Ada juga Fithra Faisal Hastiadi SE MA MSc PhD, Dr Tiar Anwar Bachtiar SS MHum, Sri Vira Chandra D SS MA, Qurrata Ayuni SH, Akmal ST MPdI dan Dhona El Furqon SHI MH.

Pasal 292 KUHP tentang homoseksual yang diuji berbunyi:

Orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sesama kelamin, yang diketahuinya atau sepatutnya harus diduganya belum dewasa, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.


Menurut Euis dkk, homoseksual haruslah dilarang tanpa membedakan batasan usia korban, baik masih belum dewasa atau sudah dewasa. Sehingga mereka dikenakan Pasal 292 KUHP dan dipenjara maksimal 5 tahun.

Tidak ada komentar